Dihati datang meresap (resap) Senandung nan indah sedap (sedap) Ku ulang di mulut kerap Yaitu damai penuh Damai, damai oleh Tuhanku dib’ri (dib’ri) Sekarang hatiku teguh Dib’ri damainya penuh DarahNya di salib dib’ri (dib’ri) Pembasuh dosaku keji (keji) Tak ada lain alas teguh Tumbuan damai penuh Sejak Yesus di hatiku (aku) Kupilih berkuasa penuh (penuh) Hidupku tak lagi tegang DamaiNya s’lalu menang